
Assalamualaikum Wr. Wb
Nama saya A. Ghilman Faza saya lahir di
Majalengka tanggal 26 Februari 2000. Anak pertama dari dua bersaudara. Sekarang
saya sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi UIN SGD Bandung. Di
blog ini, saya akan menceritakan perjalanan saya untuk bisa masuk ke UIN SGD
Bandung.
Pada awalnya saya lulus dari SMKN 1
Majalengka tahun 2018, berbeda dengan teman saya yang langsung bekerja setelah
lulus, saya lebih memilih melanjutkan jenjang pendidikan perguruan tinggi.
kemudian yang kita tahu pada tahun 2018 ada tiga jalur seleksi besar yaitu:
SNMPTN, SBMPTN, serta UM. Dan alhamdulilah saya mengikuti ketiga nya hal itu
membuat saya dapat merasakan perjuangan menempuh sebuah tujuan.
Pertama saya akan menceritakan perjuangan
di SNMPTN. pada awalnya saya memilih 3 PTN yaitu: UNPAD, UPI, dan UIN SGD
Bandung dari ketiga PTN tersebut saya memilih jurusan teknik elektro
dipase ini saya memiliki harapan tinggi untuk lulus di jalur ini dikarenakan
nilai saya sangat memuaskan menurut saya. Saya mendaftarkan lewat sekolah khususnya
BK. Setelah proses yang cukup panjang akhirnya saya dapat mendaftarkan diri ke
SNMPTN. Di samping itu saya juga mendapatkan undangan dari sekolah untuk
mengikuti seleksi jalur undangan dibeberapa POLITEKNIK. Saya pun memilih POLBAN dan POLINDRA jurusan konversi energi dan teknik elektro . Walaupun optimis
disamping itu ada rasa ketakutan yang mendebarkan karena takut tidak lulus
juga. Waktu menunggu pengumumanpun di mulai, hari-hari saya jalani, namun
ada satu hal yang mengganggu saya yaitu apakah saya lulus atau tidak? pada hari
H, tepatnya pada hari pengumuman SNMPTN saya mengecek pengumuman kelulusan
setelah saya cek ternyata dari ketiga PTN dan POLITEKNIK yang saya pilih saya tidak lulus
dimanapun.
Perjuangan saya belum beres saya masih
memiliki SBMPTN. Bagaikan memakan makanan pedas saya tidak kapok untuk
memilih tiga PTN yang saya banggakan di jurusan yang sama lagi untuk mendaptar
ke SBMPTN. Saya pun belajar dengan usaha yang semaksimal mungkin dengan belajar
lewat bimbel maupun mandiri. Setelah pendaptaran tes pun di mulai. Setelah tes
berakhir saya pun menunggu pengumumannya disaat pas hari pengumuman dinyatkan
tidak lulus lagi.
Selanjutnya saya mempunyai satu harapan
lagi yaitu seleksi Ujian Mandiri UIN SGD Bandung dan di POLBAN. Di UIN saya
tidak mengambil jurusan saintek lagi tetapi saya mencoba hijrah ke jalur soshum
yaitu jurusan Administrasi publik, Manajemen, dan Komunikasi Penyiaran Islam.
Sementara di POLBAN saya mendaftarkan diri di jurusan Konversi Energi dan Tata
udara. Saya pun melaksanakan berbagai 2 tes tersebut. Tes pertama ada di POLBAN
dan yang kedua ada di UIN SGD. Sebelum tes mandiri dimulai saya ikut bimtes
masuk UIN yang tempatnya di gomlay disamping itu saya mempelajari soal-soal
masuk POLBAN yang tahun kebelakang. Akhirnya kedua tes tersebut terselesaikan
saya berharap besar pada kelulusan itu di POLBAN karena jurusan itu yang saya
inginkan banget dikarenakan pertama saya memiliki pengalaaman pada
saat PKL (praktek kerja lapangan) pada kelas 11, kedua saya sempat bekerja
di servis AC dan ketiga menyukai praktek kerjaannya, kelulusan pun di umumkan
hasilnya Allah tidak menghendaki untuk saya lulus di POLBAN tetapi menghendaki
saya lolos di UIN SGD Bandung di jurusan Komunikasi Penyiaran Islam dan saya
pun bersyukur diterima di UIN SGD bandung mungkin inilah yang terbaik untuk
saya.
Wassalamualaikum
Wr. Wb.