Senin, 25 Februari 2019


Assalamualaikum Wr. Wb
Nama saya A. Ghilman Faza saya lahir di Majalengka tanggal 26 Februari 2000. Anak pertama dari dua bersaudara. Sekarang saya sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi UIN SGD Bandung. Di blog ini, saya akan menceritakan perjalanan saya untuk bisa masuk ke UIN SGD Bandung.
Pada awalnya saya lulus dari SMKN 1 Majalengka tahun 2018, berbeda dengan teman saya yang langsung bekerja setelah lulus, saya lebih memilih melanjutkan jenjang pendidikan perguruan tinggi. kemudian yang kita tahu pada tahun 2018 ada tiga jalur seleksi besar yaitu: SNMPTN, SBMPTN, serta UM. Dan alhamdulilah saya mengikuti ketiga nya hal itu membuat saya dapat merasakan perjuangan menempuh sebuah tujuan.
Pertama saya akan menceritakan perjuangan di SNMPTN. pada awalnya saya memilih 3 PTN yaitu: UNPAD, UPI, dan UIN SGD Bandung dari ketiga PTN tersebut saya memilih  jurusan teknik elektro dipase ini saya memiliki harapan tinggi untuk lulus di jalur ini dikarenakan nilai saya sangat memuaskan menurut saya. Saya mendaftarkan lewat sekolah khususnya BK. Setelah proses yang cukup panjang akhirnya saya dapat mendaftarkan diri ke SNMPTN. Di samping itu saya juga mendapatkan undangan dari sekolah untuk mengikuti seleksi jalur undangan dibeberapa POLITEKNIK. Saya pun memilih POLBAN dan POLINDRA jurusan konversi energi dan teknik elektro . Walaupun optimis disamping itu ada rasa ketakutan yang mendebarkan karena takut tidak lulus juga. Waktu menunggu pengumumanpun di mulai, hari-hari  saya jalani, namun ada satu hal yang mengganggu saya yaitu apakah saya lulus atau tidak? pada hari H, tepatnya pada hari pengumuman SNMPTN saya mengecek pengumuman kelulusan setelah saya cek ternyata dari ketiga PTN dan POLITEKNIK yang saya pilih saya tidak lulus dimanapun.
Perjuangan saya belum beres saya masih memiliki SBMPTN. Bagaikan  memakan makanan pedas saya tidak kapok untuk memilih tiga PTN yang saya banggakan di jurusan yang sama lagi untuk mendaptar ke SBMPTN. Saya pun belajar dengan usaha yang semaksimal mungkin dengan belajar lewat bimbel maupun mandiri. Setelah pendaptaran tes pun di mulai. Setelah tes berakhir saya pun menunggu pengumumannya disaat pas hari pengumuman dinyatkan tidak lulus lagi.
Selanjutnya saya mempunyai satu harapan lagi yaitu seleksi Ujian Mandiri UIN SGD Bandung dan di POLBAN. Di UIN saya tidak mengambil jurusan saintek lagi tetapi saya mencoba hijrah ke jalur soshum yaitu jurusan Administrasi publik, Manajemen, dan Komunikasi Penyiaran Islam. Sementara di POLBAN saya mendaftarkan diri di jurusan Konversi Energi dan Tata udara. Saya pun melaksanakan berbagai 2 tes tersebut. Tes pertama ada di POLBAN dan yang kedua ada di UIN SGD. Sebelum tes mandiri dimulai saya ikut bimtes masuk UIN yang tempatnya di gomlay disamping itu saya mempelajari soal-soal masuk POLBAN yang tahun kebelakang. Akhirnya kedua tes tersebut terselesaikan saya berharap besar pada kelulusan itu di POLBAN karena jurusan itu yang saya inginkan banget dikarenakan pertama saya memiliki pengalaaman pada saat PKL (praktek kerja lapangan) pada kelas 11, kedua saya sempat bekerja di servis AC dan ketiga menyukai praktek kerjaannya, kelulusan pun di umumkan hasilnya Allah tidak menghendaki untuk saya lulus di POLBAN tetapi menghendaki saya lolos di UIN SGD Bandung di jurusan Komunikasi Penyiaran Islam dan saya pun bersyukur diterima di UIN SGD bandung mungkin inilah yang terbaik untuk saya.


Wassalamualaikum Wr. Wb.